Text
Studi Karakteristik Hidrodinamika Kolom Air Di Selat Lombok Melalui Pemodelan Numerik 3 Dimensi
Selat Lombok merupakan salah satu selat yang sangat penting di wilayah Indonesia, hal ini dikarenakan Selat Lombok merupakan termasuk jalur sempit strategis (choke point) yang berada di ALKI II (Alur Laut Kepulauan Indonesia). Selain itu Selat Lombok juga dilewati oleh arlindo yang merupakan perpindahan massa air dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia, sehingga membuat Selat Lombok kaya akan sumber daya alam Hayati. Selain itu, dengan kondisi batimetri di Selat Lombok yang membentuk silt, memungkinkan terjadinya fenomena internal wave/internal tide ketika arus yang datang dari Samudera Hindia ataupun samudera Pasifik berinteraksi dengan sill tersebut. Oleh karena itu penting sekali mengetahui fenomena oseanografi yang terjadi di Selat Lombok untuk mendukung segala operasi laut dalam bidang pertahanan dan keamanan negara. Namun sampai saat ini ketersediaan data yang didapat dari pengukuran langsung dan informasi terkait parameter parameter oseanografi baik dipermukaan maupun di kolom air di wilayah selat Lombok sangatlah minim, dan untuk melaksanakan pengamatan langsung dengan menggunakan Oceanographic mooring instrumentation membutuhkan biaya yang sangat mahal. Salah satu cara untuk mengetahui fenomena alam yang terjadi di tautan akan lebih mudah didekatkan dengan melakukan simulasi model, salah satunya menggunakan software Mike3FM yang merupakan software yang berbasiskan analisa numerik. Hasil simulasi selama bulan Januari 2022 mendapatkan karakteristik pasut di Selat Lombok merupakan campuran condong ganda, disamping itu kecepatan arus di area sekitar sill, pada kedalaman 5 meter kecepatan rata-rata 1.5 m/s, kedalaman 50 meter kecepatan rata-rata 1.4 m/s, kedalaman 150 meter kecepatan rata-rata 1.1 m/s, sedangkan di kedalaman 250 meter kecepatan rata-rata 0.9 m/s dengan arah dominan ke Selatan (Samudera Hindia). Selain pasut dan arus penelitian ini juga melakukan rekonstruksi internal tide dengan model numerik. Hasil simulasi mendapatkan, selain tertangkapnya pola gelombang utama (leading wave) dari intemal tide pada permukaan air laut di Selat Lombok, juga tertangkap fenomena adanya local mixing yang terjadi di sekitar sill di Selat Lombok. Adanya fenomena local mixing tersebut menunjukkan adanya Turbulensi Kinetik Energi sekitar 0.004 — 0.052 m2?/s? dengan rentang nilai dissipasi energi kinetik sebesar 1x108 — 4.6x10 m?/s3. Selain itu, dari hasil model didapatkan pergerakan w velocity yang berbentuk orbital yang bergerak dari Samudera Hindia ke Utara Selat Lombok dengan kecepatan sekitar 0.022 mis.
Tidak tersedia versi lain