Text
Studi Pengaruh Karakteristik Tinggi Gelombang Terhadap Kecepatan Hanyut Gelombang (Stokes Wave Drift Velocity) Di Selat Sunda
Selat Sunda merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, yang merupakan konsekuensi Indonesia sebagai negara kepulauan setelah pemerintah Indonesia meratifikasi Hukum Laut Internasional UNCLOS 1982. Karakteristik dari selat ini adalah bentuknya yang seperti corong dengan bagian utara selat lebih sempit sedangkan bagian selatan lebih lebar yang menghubungkan perairan Samudera Hindia melewati Selat Karimata menuju Laut China Selatan atau sebaliknya. Selat Sunda yang merupakan salah satu selat tersibuk dengan aktifitas tinggi masyarakat yang ada di sekelilingnya dan telah berfluktuasi dengan beberapa insiden signifikan. Insiden kecelakaan kapal! dan orang hanyut di sekitar pantai pesisir menjadi bukti bahwa di perairan tersebut faktor fenomena laut seperti gelombang dan kecepatan hanyut gelombang memiliki peranan penting di dalamnya. Oleh karena itu, penelitian yang tepat dalam pengayaan data sangatlah penting untuk kedepannya. Penelitian ini menggunakan data pengamatan tinggi gelombang dan kecepatan hanyut gelombang dari beberapa stasiun pemantauan yang terletak di Selat Sunda. Analisis dilakukan dengan metode statistik untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel tinggi gelombang dan kecepatan hanyut gelombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketinggian gelombang signifikan yang bisa saja menyebabkan kecelakaan kapal yaitu pada Musim Timur pada periode tahun 2022-2023 dengan ketinggian rata-rata tertinggi pada Musim Timur sebesar 1.39 — 1.95 m, dan pada periode 10 tahun tinggi gelombang signifikan juga terjadi pada Musim Timur dengan ketinggian sebesar 2.24 m, ketinggian maksimal terjadi di stasiun 15C dibandingkan stasiun-stasiun lainnya karena letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Sedangkan untuk stokes drift periode tahun 2022-2023 periode 1 tahun memiliki rata-rata 0.07 m/s, pada periode Musiman tertinggi pada Musim Timur dengan angka 0.11 m/s serta pada periode bulanan terjadi pada bulan Juli dengan angka 0.11 m/s. korelasi positif yang signifikan antara tinggi gelombang dan kecepatan hanyut gelombang memiliki hubungan yang sangat erat terhadap tinggi gelombang angin di mana peningkatan tinggi gelombang tersebut cenderung diikuti oleh peningkatan kecepatan hanyut. Temuan ini memiliki implikasi penting untuk manajemen risiko maritim dan keselamatan pelayaran di wilayah Selat Sunda, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Dengan memahami hubungan ini, diharapkan dapat dilakukan perencanaan yang lebih baik dalam Operasi pelayaran dan mitigasi risiko bencana laut. Namun ketersediaan data lapangan tinggi gelombang dan kecepatan hanyut gelombang saat ini sangatlah kurang, namun dengan menggunakan data model yang diambil dari marine Copernicus bisa digunakan sebagai pedoman dan prediksi dlam melaksanakan penelitian di lapangan selanjutnya.
Tidak tersedia versi lain