Text
Karakteristik Arus Harmonik Dan Prediksi Potensi Arus Listrik Selat Larantuka
Selat Larantuka merupakan selat sempit yang berada di gugusan kepulauan Nusa Tenggara Timur, selat ini menghubungkan Laut Flores dengan karakteristik massa air khas Samudera Pasifik menuju Samudera Hindia (Laut Sawu). Perbedaan tinggi muka air laut antar kedua samudera tersebut memicu perpindahan massa air dari Laut Flores menuju Laut Sawu, hal ini berimplikasi langsung terhadap dinamika pasut dan arus Selat Larantuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika pasut dan arus Selat Larantuka guna dimanfaatkan dalam mencari alternatif lokasi penempatan energi terbarukan (renewable energy) dari arus laut. Metode dalam penelitian menggunakan simulasi numerik hidrodinamika dengan perangkat lunak MIKE-21 HD FM yang divalidasi dengan data observasi pasut dan arus Selat Larantuka selama 29 piantan mulai 28 Mei sampai 25 Juni 2019 yang dilaksanakan oleh PUSHIDROSAL. Perangkat lunak T-tide digunakan untuk mendapatkan konstanta harmonik signifikan turunan pasut dan arus dari data observasi, yaitu: M2, S2, K1, O1, N2, M4, MS4 2MS6, MSF dan 2MK5 yang nantinya merupakan inputan pada MIKE21. Hasil simulasi dan observasi menunjukkan kesesuaian, yaitu arah arus bergerak harmonis menuju ke Utara (pasang) dan Barat Daya (surut) dengan kecepatan maksimum 0,478 m/s dengan tipe pasut adalah Harian Campuran Condong Ke Ganda (Mixed Tide Prevailing Semidiurnal), selanjutnya luaran simulasi model numerik arus pasut MIKE - 21 dikonversi untuk menghasilkan daya listrik dengan menerapkan persamaan Fraenkel dan efisiensi model Turbin Kobold, didapatkan lokasi alternatif pada posisi 8,316 LS — 123.023 BT dengan kecepetan arus rata-rata 0,494 m/s dengan daya listrik 1235,17 Watt.
Tidak tersedia versi lain