Text
Studi Komparasi Tinggi Orthometrik Dengan Tinggi Rata-Rata Air Waduk Pluit Dan Mean Sea Level (MSL) Perairan Muara Baru
Penentuan komponen tinggi orthometrik (H) merupakan salah satu permasalahan penting dalam bidang survei dan pemetaan. Tinggi orthometrik dinyatakan dalam suatu datum, yaitu geoid. Penentuan tinggi orthometrik dengan tingkat ketelitian yang baik merupakan hal yang cukup sulit untuk dilakukan, mengingat perlu dilakukan penentuan nilai potensial gaya berat dari semua titik di atas permukaan bumi. Mean Sea Level (MSL) merupakan tinggi air rata-rata yang diperoleh dalam perhitungan pada priode tertentu, dalam penghitungan tinggi air rata-rata dibutuhkan data pasang surut yang diperoleh dari stasiun pasang surut terdekat dengan daerah yang akan dilaksanakan penelitian maupun survey hidrografi. Dalam penulisan Tugas Akhir ini dibutuhkan data pasang surut didua tempat yang berbeda yaitu di Waduk Pluit dan di Perairan Muara Baru, dari data pasang surut yang diperoleh dilaksanakan penelitian perbandingan beda tinggi ortometrik air rata-rata/Mean Sea Level (MSL). Dalam pelaksanaan penelitian dibutuhkan juga data pengamatan Global Navigation Satelltie System (GNSS) yang dilaksanakan bersamaan pada Benchmark (BM) Waduk Pluit dan Benchmark (BM) Muara Baru, data yang diperoleh berupa titik koordinat, tinggi elipsoid, Geoid dan Undulasi Geoid. Serta dilaksanakan juga penggukuran beda tiggi / Levelling Benchmark (BM) terhadap tinggi nol palem pada masing-masing stasiun pasang surut. Hasil dari penelitian ini adalah selisih beda tinggi Orthometrik antara tinggi air rata-rata Waduk Pluit dan Mean Sea Level (MSL) Muara Baru, dimana tinggi Mean Sea Level (MSL) Muara Baru berada 4,802 m diatas tinggi air rata-rata Waduk Pluit.
Tidak tersedia versi lain