Text
Perhitungan Volume Pendangkalan di Alur Pelabuhan Tanjung Priok
Pelabuhan Tanjung Priok adalah merupakan pintu gerbang transportasi laut di Jakarta. Permasalahan yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok diantaranya adalah pendangkalan alur pelabuhan. Perhitungan volume pendangkalan secara teliti sangat dibutuhkan untuk mendukung dalam pemeliharaan alur pelabuhan. Perhitungan volume pendangkalan tersebut, diantaranya untuk kontrol kedalaman yang di sesuaikan dengan alur kedalaman. Salah satu bagian pemeliharaan alur pelabuhan adalah mempertahankan kedalaman pada alur pelabuhan. Usaha yang dilakukan adalah dengan melaksanakan pengerukan. Untuk mendukung pelaksanaan pengerukan tersebut, diperlukan perhitungan luas area dan volume yang akan dikeruk secara teliti. Metode perhitungan volume yang telah dilaksanakan adalah dengan metode Trapesium. Dalam pengembangannya metode perhitungan yang lebih teliti adalah dengan menggunakan metode 1/3 Simpson. Dalam penulisan ini dilaksanakan dengan membandingkan perhitungan volume pendangkalan dengan metode l/3 Simpson dan metode Trapesium. Dari perhitungan yang telah dilaksanakan dengan menggunakan data-data dari dua tahun yaitu data tahun 1999 dan data tahun 2000. Perhitungan volume pendangkalan ditekankan pada tiga area di alur dalam pelabuhan dan satu area di alur pelabuhan minyak. Referensi data pembanding adalah hasil perhitungan volume pendangkalan dengan metode Trapesium. Perbedaan hasil perhitungan volume pendangkalan dengan menggunakan dua metode yang berbeda tersebut adalah pada alur dalam area satu adalah 2423,91 m3, pada area dua adalah 7502,37 ml, pada area tiga adalah 2126,45 m3 dan pada alur pelabuhan minyak adalah 2001,61 m3.
Tidak tersedia versi lain