Text
Pengaruh Enso Dan Siklon Tropis Seroja Terhadap Karakteristik Elevasi Muka Air Laut Di Perairan Indonesia Timur Dan Sekitarnya (Studi Kasus Di Perairan Makassar, Anggrek, Manokwari, Kupang Dan Cape Cuvier Australia)
El Nifho-Southern Oscillation (ENSO) dan siklon tropis merupakan faktor yang memicu anomali muka air laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ENSO terhadap Mean Sea Level (MSL), Highest Astronomical Tides (HAT) dan Lowest Astronomical Tides (LAT) di perairan Makassar, Anggrek, dan Manokwari. Penelitian ini juga menganalisis pengaruh siklon tropis Seroja terhadap tinggi gelombang dan tinggi residu di perairan Kupang dan Cape Cuvier. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif-inferensial. Data yang digunakan meliputi nilai Southern Oscillation Index (SOI), pasang surut, kecepatan angin, tinggi gelombang dan tekanan udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ENSO memiliki dampak signifikan terhadap perubahan MSL, HAT, dan LAT. Selama periode El Nifo, terjadi penurunan signifikan dari periode normal pada MSL, HAT, dan LAT. Penurunan MSL dan HAT tertinggi terjadi di Makassar, yaitu MSL - 0,25 m dan HAT - 0,32 m, sedangkan penurunan LAT tertinggi terjadi di Anggrek (0,21 m). Sebaliknya, selama periode La Nifa, terdapat peningkatan dari periode normal. Peningkatan MSL, HAT, dan LAT tertinggi terjadi di perairan Makassar, yaitu MSL - 0,05 m, HAT - 0,05 m, dan LAT - 0,06 m. Terdapat hubungan positif kuat antara SOI dan MSL, dengan pengaruh SOI terbesar di perairan Anggrek (37,8 f5). Siklon tropis Seroja menunjukkan hubungan positif kuat antara kecepatan angin dan tinggi gelombang, dengan nilai korelasi 0,823 dan 74,7 Yo variasi tinggi gelombang dipengaruhi oleh kecepatan angin. Stasiun gelombang di sebelah barat daya Cape Cuvier (1487), memiliki kecepatan perambatan gelombang tertinggi (40,42 km/jam) dan dominan mempengaruhi tinggi residu pasang surut di Cape Cuvier. Di perairan Kupang tinggi gelombang rata-rata 3,89 meter, dan residu tertinggi mencapai 0,27 meter, yang dipengaruh oleh tekanan rendah (rata-rata 1.001 hPa) pada saat tahap pembentukan siklon tropis Seroja.
Tidak tersedia versi lain