Text
Analisis Variabilitas Klorofil-A Dan Suhu Permukaan Laut Saat Kejadian Internal Wave Di Selat Ombai
Selat Ombai merupaan perairan yang dipengaruhi oleh angin monsun, posisi geografis, serta fenomena oseanografi global, selain itu memiliki topografi bawah laut kompleks dengan batimetri beragam dan arus pasang surut kuat menjadikan area pembangkitan gelombang internal. Dinamika gelombang internal berdampak pada suhu permukaan laut (SPL) dan konsentrasi klorofil-a. Penelitian ini menggunakan data citra satelit Sentinel-1, Sentinel-3, data conductivity, temperature, and depth (CTD) Pelayaran Jala Citra 3 dan model Copernicus Marine, yang digunakan untuk mendeteksi gelombang internal dan menganalisis pengaruhnya terhadap SPL, klorofil-a dan pergerakan massa air laut di Selat Ombai. Data citra utama diambil dari Sentinel-1 periode Desember 2018 - November 2023, sementara data Sentinel-3 dan Jala Citra III dan Copernicus Marine diambil pada Apri-Mei 2023. Metode penelitian meliputi identifikasi gelombang internal menggunakan citra Sentinel-1, pengolahan data klorofil-a dan SPL dari Sentine/-3 dengan menggunakan Sentinel Application Platform SNAP, dan analisis data oseanoggrafi menggunakan Ocean Data View (ODV). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan frekuensi gelombang internal pada periode transisi musim, dengan puncaknya di bulan April, Mei, September, dan Oktober. Gelombang internal berdampak pada peningkatan konsentrasi klorofil-a dan penurunan SPL. Area Selat Ombai memiliki nilai klorofil-a mencapai 0,1-0,500 mg/m? dan 0,030-0,060 mg/m? di Laut Banda. SPL menurun dari 29-30”C pada rata-rata April-Mei menjadi 25-29”C pada area peningkatan klorofil-a. Terjadinya gangguan stratifikasi massa air pada kedalaman 80-250 meter di Laut Banda, serta naiknya massa air bersalinitas tinggi (34,5 PSU) hingga kedalaman 100 meter. Dari hasil tersebut terjadinya gelombang internal di Selat Ombai dapat terdeteksi oleh citra Sentinel-1 dan Sentinel-3 serta data CTD.
Tidak tersedia versi lain