Text
Kuantifikasi Substrat Dasar Laut Berdasarkan Nilai Backscatter Multibeam Echosounder (MBES) Dan Side Scan Sonar (SSS) (Studi Kasus Di Perairan Teluk Jakarta)
Perairan Teluk Jakarta, bagian integral dari Laut Jawa di sebelah utara Provinsi DKI Jakarta, Indonesia, memiliki keunikan dengan keberadaan Kepulauan Seribu yang terdiri dari pulau-pulau karang kecil. Teluk ini memainkan peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi regional melalui pengembangan industri kelautan seperti jasa perhubungan laut, transhipment, penambangan minyak, dan sektor pariwisata, dengan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pusat utama kegiatan ekspor dan impor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai Backscatter menggunakan metode Angular Response Analysis (ARA) dan Sediment Analysis Tools (SAT) dengan Multi Beam Echosounder (MBES) dan Side Scan Sonar (SSS), serta membandingkan nilai Backscatter dari data MBES dan SSS yang diverifikasi dengan hasil uji lab Grab Sampler Sedimen. Data yang digunakan merupakan hasil survei di perairan Teluk Jakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Backscatter dengan MBES memiliki rentang intensitas antara -42 dB hingga -37 dB, mengidentifikasi jenis sedimen dominan berupa clay. Sementara itu, Backscatter dari SSS menunjukkan karakteristik dasar laut yang hampir sama dengan nilai Backscatter dari multibeam yaitu -48 dB sampai dengan -25 dB yaitu, dengan puncak amplitudo mencapai sekitar 4 x 10'4mV pada 20 Hz hingga 40 Hz di beberapa titik waktu, mengindikasikan variasi komposisi dan struktur dasar laut. Verifikasi dengan uji lab Grab Sampler Sedimen menunjukkan konsistensi hasil klasifikasi sedimen dari MBES dan SSS dengan data /aboratorium, menguatkan validitas survei akustik.
Tidak tersedia versi lain