Text
Analisis Upwelling Dan Kelimpahan Klorofil Untuk Perencanaan Operasi Keamanan Laut Guna Prediksi Kejadian Ilegal Fishing (Studi Kasus Selat Malaka, Laut Flores dan Laut Sawu)
Salah satu parameter oseanografi yang bisa diaplikasikan TNI-AL dalam kegiatan operasi keamanan laut adalah upwelling. Upwelling erat kaitannya dengan kelimpahan klorofil yang menjadi tempat potensial penangkapan ikan di laut dan juga dapat dihubungkan pada kejadian penangkapan ikan secara illegal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik upwelling, menganalisis hubungan antar variabel upwelling, menganalisis kejadian illegal fishing dan membuat perencanaan patroli keamaman laut yang optimal dan efektif berdasarkan karakteristik upwelling di Selat Malaka, Laut Flores, dan Laut Sawu. Dalam menganalisis karakteristik upwelling, hubungan antar variabel upwelling, kejadian illegal fishing dan membuat perencanaan patroli keamaman laut digunakan metode analisis gabungan dari analisis statistik dan analisis spasial. Penelitian ini berhasil menganalisis karakteristik upwelling di Selat Malaka, Laut Flores, dan Laut Sawu menggunakan data temperatur permukaan laut, kelimpahan klorofil, dan kecepatan arus vertikal. Di Selat Malaka, upwelling terindikasi terjadi pada bulan Juli hingga Oktober dengan temperatur permukaan laut 28,68”C — 29,34”C, kelimpahan klorofil 1,25 mg/m? — 3,31 mg/m?, dan kecepatan arus vertikal 0,00023 m/detik — 0,00032 m/detik. Di Laut Flores dan Laut Sawu, upwelling terjadi pada bulan Juni hingga September dengan temperatur permukaan laut 25,48”C — 26,82”C, kelimpahan klorofil 1,82 mg/m? — 3,74 mg/m?, dan kecepatan arus vertikal 0,00058 mi/detik — 0,00101 m/detik. Penelitian ini juga membuktikan adanya hubungan signifikan antara temperatur permukaan laut, kelimpahan klorofil, dan kecepatan arus vertikal di ketiga lokasi tersebut, dengan nilai korelasi 0,817 dan 0,898 serta nilai signifikansi « 0,05. Selain itu, penelitian ini mengungkapkan frekuensi kejadian penangkapan ikan ilegal di Selat Malaka, Laut Flores, dan Laut Sawu, dengan total 46 kejadian di Selat Malaka dan 20 kejadian di Laut Flores dan Laut Sawu selama periode 20202023, serta puncak kejadian pada tahun 2021. Berdasarkan analisis upwelling, direkomendasikan jadwal patroli KRI TNI-AL yang optimal pada bulan Juni - November di Selat Malaka dan bulan Mei - Oktober di Laut Hores dan Laut Sawu, dengan saran pemeliharaan KRI pada bulan-bulan ainnya.
Tidak tersedia versi lain