Text
Analisis Pengaruh Fenomena Enso Terhadap Angin Dan Gelombang Laut Guna Mendukung Operasi Keamanan Laut Di Daerah Perairan Indonesia Timur
Penelitian ini menganalisis karakteristik angin dan gelombang serta pengaruh fenomena ENSO terhadap kondisi angin dan gelombang di perairan timur Indonesia, serta menyusun informasi yang dapat digunakan untuk operasi keamanan laut di wilayah tersebut. Metode deskripsi inferensial digunakan untuk menggambarkan karakteristik variabel penelitian secara menyeluruh, seperti nilai maksimum, nilai minimum, nilai rata-rata, grafik, tabel, dan diagram. Selanjutnya, kesimpulan dan generalisasi tentang populasi dibuat berdasarkan sampel data dengan menggunakan uji statistik seperti uji normalitas, uji hipotesis, uji korelasi, dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Laut Sulawesi, tinggi gelombang mayoritas berada pada kisaran 1-1,5 meter, di Laut Halmahera pada kisaran 1,5-2 meter, di Laut Seram pada kisaran 0,5-1 meter, di Laut Flores pada kisaran 1-1,5 meter, di Laut Banda pada kisaran lebih dari 2 meter: dan di Laut Arafuru juga pada kisaran lebih dari 2 meter. Kondisi monsun memiliki pengaruh signifikan terhadap kecepatan angin dan tinggi gelombang di sebagian besar perairan yang diteliti, termasuk Laut Sulawesi, Laut Halmahera, Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Arafuru. Fenomena ENSO juga memiliki pengaruh, namun cenderung lebih kecil dibandingkan dengan kondisi monsun, terutama terlihat pada kecepatan angin di Laut Halmahera. Tinggi lambung kapal yang direkomendasikan adalah lebih dari 1,59 meter di Laut Sulawesi, lebih dari 3,15 meter di Laut Halmahera, lebih dari 1,23 meter di Laut Seram, lebih dari 1,50 meter di Laut Flores, lebih dari 2,25 meter di Laut Banda, dan lebih dari 2,68 meter di Laut Arafuru. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi penting dalam perencanaan Opskamla yang lebih efektif dan efisien di perairan timur Indonesia dengan memanfaatkan data angin dan gelombang yang dianalisis.
Tidak tersedia versi lain