Text
Studi Karakteristik Gelombang Laut Jawa Bagian Barat
Indonesia adalah negara kepulauan dengan 70”e wilayahnya terdiri dari lautan, mempunyai aktifitas kemantiman sangat tinggi. Berkembangnya kapalkapal dan bangunan lepas pantai semakin intensif dan modern adalah salah satu bukti tentang tingginya aktifitas tersebut. Namun demikian, masih dirasa kurang memadai terkait jaminan keselamatan dalam melakukan aktifitas di laut. Terjadinya kecelakaan yang relatif tinggi adalah salah satu buktinya. Hal ini terutama disebabkan oleh gelombang laut besar yang terjadi pada musim-musim tertentu. Kurangnya pemahaman disebabkan rendahnya kualitas dan kuantitas penelitian tentang gelombang, menjadi salah satu penyebab rendahnya kemampuan dalam mengatasi permasalahan keselamatan maritim di Indonesia. Hal ini ini disebabkan juga karena kurang tersedianya data faktual yang memadai. Berdasarkan hal ini sangatlah mendesak untuk dilaksanakannya penelitian gelombang laut melalui pengukuran dilapangan, sehingga pemahaman terhadap karakteristik perilaku gelombang laut semakin tinggi. Pada disertasi ini dilakukan penelitian tentang karakteristik perilaku gelombang laut suatu perairan dengan menggunakan alat pengukur elevasi muka laut berbasis Ultra Sonic yang telah dimodifikasi. Sebelum dilakukan modifikasi alat tersebut dipergunakan sebagai alat untuk melakukan pengamatan pasang surut laut. Selanjutnya alat hasil modifikasi dipergunakan sebagai pengukur gelombang dan disebut dengan Modification Ultra Sonic Device (MUSD). Secara spesifik penelitian dilakukan dengan meletakkan MUSD sebagai stasiun gelombang di platform pengeboran minyak dan gas bumi, blok Cinta kompleks milik China National Offshore Oil Corporation South East Sumatera (CNOOC SES) Lid. MUSD diletakkan sedemikian rupa pada ketinggian tertentu di atas permukaan air laut. Pelaksanaan pengumpulan data di lakukan dengan rate sampling 6.0 Hz atau 6 sampel dalam 1.0 detik selama periode penelitian 1 (satu) tahun. Data rekaman gelombang selama 1 (satu) tahun, dibagi menjadi tiap group data terdiri dari 30 menit rekaman data, sehingga dalam 1 tahun terdapat 17520 group data. Selanjutnya, digunakan metode sampling yaitu dengan menentukan I (satu) hari data pada kondisi paling ekstrim yang mewakili kondisi 1 (satu) bulan data, sehingga dalam 12 bulan terdapat 12 hari data atau sejumlah 576 group data. Analisis awal dilakukan terhadap group data tersebut dengan metode Analisis Gelombang Kurun Waktu Pendek atau Short Term Wave Analysis (STWA). Hasil analisis yang diperoleh berupa karakteristik representatif gelombang yang melipuri jumlah, tinggi, periode dan distribusi gelombang. Analisis lanjut dilakukan untuk memperoleh spektrum gelombang dengan metode Fast Fourier Transform (FFT), dan analisis akhir dilakukan untuk memeperoleh formulasi spekuum daerah penelitian berdasar 576 bentuk spektrum hasil FFT. Hasil analisis terhadap 576 group rekaman gelombang tersebut yaitu jumlah gelombang maksimum dalam 1 (satu) tahun adalah Nmer.m - 982, minimum Nmin.n 5 421 dan ata-rata Nrarm 5 561. Periode gelombang maksimum Tmaks.ih — 4,26 detik, minimum Tmn 5 1.81 detik dan rata-rata Travis & 2.97 detik. Tinggi gelombang average maksimum Hav.maks.ih“ 0.824 m, minimum Havmin x2 0.1 m dan rata-rata Hav.ra.in 5 0.333 m. Tinggi gelombang RMS maksimum Hrms-maks.in 5 0.952 m, minimum Hrmsmin-ih 5 0.130 m dan rata-rata Hms.rauh 5 0.392 m. Tinggi gelombang signifikan maksimum As. mak.ih “ 1.367 m, minimum Hs.mn.a 0.193 m dan rata-rata H5.ra-n 5 0.567 m. Tinggi gelombang maksimum terbesar Hmats. mas ih “2.304 m, terendah Hmaks.min.eh “0.387 m dan rata-rata Hmats.ra.» “1.047 m. Hasil analisis lanjut adalah lebih dari 98”o spektrum gelombang memiliki 2 puncak spektrum, dimana puncak ke-1 pada frekuensi yang lebih rendah selalu lebih tinggi daripada puncak ke-2. Puncak ke-1 dipengaruhi oleh angin lokal, dan puncak ke-2 dipengaruhi oleh swell. Hasil analisis akhir adalah formulasi Spektra Adrianto-DjatmikoSuntoyo (Spektra ADS) dengan tingkat kesesuaian antara spektrum hasil FFT dan spektrum hasil formulasi Spektra ADS lebih dari 806. Spektra ADS tersebut terdiri dari $ parameter yaitu Frekuensi Spektra f Frekuensi Suku Spcktra ke-1 h Frekuensi Suku Spektra ke-2 f2 dan Tinggi Gclombang Signifikan MH, serta Bilangan Adrianto Aa Selanjutnya Spektra ADS merupakan perwakilan karakteristik spektra gelombang di Perairan Laut Jawa Bagian Barat.
Tidak tersedia versi lain