Text
Model Konseptual Kelentingan Kawasan Historis Untuk Keberlanjutan Kota Semarang
Pesisir adalah daerah yang sangat strategis, dibuktikan oleh fakta bahwa 70” » kota besar di dunia berada di wilayah pesisir. Pesisir juga memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap fenomena alam seperti: tsunami, banjir pasang surut, angin laut yang kencang, atau abrasi. Kota Semarang adalah salah satu kota pesisir dengan kerentanan tinggi, terutama dari banjir pasang yang disebabkan oleh penurunan muka tanah. Penurunan muka tanah terjadi akibat beban fisik yang ditanggung oleh tanah. Penggenangan Rob disebabkan oleh penurunan muka tanah terhadap garis pantai yang bergeser kerah daratan sehingga garis pantai menjadi lebih menjorok ke arah laut. Kawasan Historis adalah area yang berbatasan langsung dengan pantai Kota Semarang. Daerah ini adalah daerah pertama yang terkena banjir Rob yang sering terjadi di Kota Semarang. Riset ini bertujuan untuk memberikan model alternatif bagi keberlanjutan kota-kota di wilayah pesisir melalui pendekatan perlindungan terhadap kawasan bersejarah sebagai faktor ketahanan kota. Metode yang digunakan untuk menghasilkan model adalah analisis overlay menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktor fisik dan faktor sosial. Faktor fisik terdiri dari kemiringan pantai, kisaran pasang surut maksimal, tinggi gelombang rata-rata, kenaikan permukaan laut, geomorfologi pantai, perubahan garis pantai, dan penurunan muka tanah. Faktor sosial terdiri dari kepadatan penduduk, penggunaan lahan, usia penduduk dan tingkat pendidikan. Semua variabel diberi bobot sesuai dengan kriteria masingmasing dengan metode weighted overlay. Langkah selanjutnya adalah proses menambahkan bobot masing-masing variabel menggunakan operasi matematika sederhana menggunakan tools sum. Tahap akhir untuk mendapatkan zona distribusi indeks kerentanan dilakukan reclassificaton untuk menunjukkan distribusi spasialnya. Berdasarkan hasil pemodelan, selama kurang lebih 600 tahun, garis pantai dipesisir Kota Semarang mengalami pergeseran sejauh 9 km, namun akibat aktivitas manusia menjadi berbalik hanya dalam waktu lebih kurang 150 tahun Hasil riset menunjukkan bahwa Kawasan Historis terbukti dapat berkontribusi pada pembentukan kelentingan Kota.
Tidak tersedia versi lain