Text
Analisis Nilai Selisih 7 Variabel Massa Air Hasil Turunan Data In Situ Laut Banda Dengan Model Global Untuk Validasi Fusi Oseanografi
Letak astronomis Indonesia yang berada pada daerah katulistiwa dan letak geografis Indonesia yang berada pada dua samudra yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia menjadikan sangat menarik untuk di teliti. Aplikasi Purwarupa sistem Fusi Oseanografi telah dikembangkan sejak tahun 2019 oleh Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL). Aplikasi Fusi Oseanografi perlu untuk terus di validasi sehingga ada beberapa hal yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana kisaran nilai dan tingkat akurasi 7 variabel massa air (Absolute Salinity, Cabbeling Coefficient, Conservative Temperature, In Situ Density, Neutral Density, Potensial Density Anomaly dan Sound Speed) di 3 (tiga) lapisan (Permukaan, Termoklin, Dalam/Deep) data model global dengan data observasi di Laut Banda saat pelaksanaan Ekspedisi Jala Citra 2 — 2022. Peneliti menggunakan metode pendekatan analisis kuantitatif yang kemudian di analisa statistik deskriptif dan dilanjutkan dengan metode estimasi kesalahan yaitu MAE (Mean Absolute Error), MAPE (Mean Absolute Precentage Error), RMSE (Root Mean Sguare Error), Analisis Korelasi, Analisis Regresi dan di akhiri dengan Analisis Matriks. Pada lapisan permukaan yang masuk pada klasifikasi validitas sangat kuat adalah variabel Cabbeling Coefficient dan Potential Density sedangkan validasi kuat yaitu variabel Conservative Temperature. Pada lapisan termoklin yang masuk pada klasifikasi validitas sangat kuat yaitu variabel Cabbeling Coefficient sedangkan variabel In situ Density, Neutral Density serta Potential Density masuk pada klasifikasi validitas kuat.
Tidak tersedia versi lain