Text
Pembangunan Ekoregion Laut Provinsi Jawa Timur (Level-3) Berdasarkan Parameter Hidrooseanografi
Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu Provinsi yang memiliki potensi sumberdaya dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Potensi serta keanekaragaman yang tinggi ini memerukan perlindungan dari berbagai macam ancaman dan pengelolaan yang baik dalam pemanfaatan sumberdaya alam tersebut. Perlindungan dan pengelolaan sumber daya laut sudah diatur dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (PPLH). Penyelenggaraan PPLH harus dilakukan melalui perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan dan penegakkan hukum agar tercipta suatu kebijakan yang padu dan tepat. Salah satu acuan yang digunakan dalam perencanaan PPLH adalah pembuatan wilayah ekoregion. Pembangunan ekoregion laut memeliki peran dalam pembuatan kategori wilayah berdasarkan ciri dan karakteristik perairan. Hal ini dapat mempermudah dalam menentukan langkah yang tepat dalam penetapan PPLH. Berdasarkan uraian tersebut, maka penelitian ini bertujuan membuat pembagunan sub-ekoregion yang lebih terperinci untuk digunakan sebagai acuan dalam penetapan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) khususnya di Provinsi Jawa Timur. Pembuatan Ekoregion Laut (E.L) Jawa Timur dilakukan melalui 2 tahap, yaitu tahap delineasi dan tahap deskripsi. Pada tahap delineasi, E.L Jawa Timur menggunakan parameter hidro-oseanografi, yaitu batimetri dan pasang surut. Selain itu parameter lainnya adalah batas E.L level-1 (nasional), E.L level-2, dan batas wilayah laut Provinsi Jawa Timur. Batas antar parameter dilakukan sintesis data (overlay) menggunakan metode overlay union. Pada tahap deskripsi, data oseanografi WOA 13 dan WOD 09 digunakan sebagai data penunjang untuk mengetahui kondisi di sekitar perairan Jawa Timur. Berdasarkan hasil yang didapat, Ekoregion Laut Jawa Timur memiliki 11 ekoregion laut level-3. Di bagian selatan Jawa Timur terdapat 2 E.L level-3 yakni EL 2141 dan E.L 2.1.2. Bagian Timur Jawa Timur juga terdapat 2 E.L level-3 yakni E.L 9.1.1 dan E.L 9.1.2. Sedangkan di bagian utara Jawa Timur terdapat 7 E.L level-3 baru yakni, E.L 6.3.5, E.L 6.5.1, E.L 6.6.1, E.L 6.6.2, E.L 6.6.3, E.L 6.7.1 dan E.L 6.7.2. Perairan Jawa Timur memiliki nilai kadar Oksigen terlarut 4,02-4,98 Mg/L, Klorofil 0,11-0,90 Mg/L, pH 8,01-8,51, Suhu 27,63-28,82 SC, Salinitas 32,65-34,01 ppt. Kondisi kualitas perairan seperti ini dapat dikatakan dalam kondisi yang baik, hal ini dikarenakan masih dalam perairan Jawa Timur masih dalam standar baku mutu yang baik bagi biota laut.
Tidak tersedia versi lain