Text
Karakteristik Suhu Permukaan Laut Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) Berdasarkan Data 2004-2017 Terhadap Enso Dan IOD
Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Repubik Indonesia (WPPNRI) merupakan sistem pewilayahan pengelolaan perikanan di Indonesia. Suhu permukaan laut merupakan salah satu faktor penentu kualitas suatu perairan, dimana merupakan faktor utama penggerak siklus musim baik di daerah tropis maupun sub tropis dimana suhu permukaan laut akan mempengaruhi kondisi atmosfer, cuaca dan musim, bahkan munculnya fenomena E£/ Nino dan La Nina dapat dipelajari melalui suhu permukaan laut. Suhu permukaan laut akan mengalami fluktuasi secara periodik. Pada kondisi tersebut akan terdapat perbedaan tekanan udara (Southern Oscillation) sepanjang ekuator Samudera Pasifik, dimana pada kondisi tersebut disebut £/ Nino and Southern Oscillation (ENSO). Fenomena ENSO dapat berakibat adanya kondisi E/ Nino dengan kenaikan paras laut mengakibatkan menurunnya produktivitas primer di laut. Sementara fenomena JIOD dapat membawa dampak negatif contohnya kekeringan dan peningkatan curah hujan di atas normal. Untuk melihat terjadinya fenomena El Nino dan La Nina diperlukan salah satu indikator yaitu Southern Oscillation Index (SOI) dan Dipole Mode Index (DMI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik suhu permukaan laut di WPPNRI dan hubungannya dengan ENSO dan IOD pada periode 2004 — 2017. Data suhu permukaan laut akan dianalisis secara spasial dan temporal (spasio-temporal) dengan statistik korelasi terhadap data SOI dan DMI. Suhu permukaan laut di 11 WPPNRI berdasarkan data 14 tahun, yang memiliki rata-rata suhu permukaan laut bulanan terendah terdapat pada WPPNRI 718 dan tertinggi pada WPPNRI 571. Sedangkan pada suhu permukaan laut rata-rata musiman dan tahunan terendah terdapat pada WPPNRI 573 dan tertinggi pada WPPNRI 572. Nilai korelasi bulanan setiap tahun tertinggi antara SPL dengan ENSO terdapat di WPPNRI 714 pada tahun 2015, sementara terendah di WPPNRI 716 pada tahun 2016. Nilai korelasi klimatologis bulanan tertinggi terdapat di WPPNRI 572. Sedangkan korelasi terendah terdapat di WPPNRI 717. Nilai korelasi tahunan tertinggi terdapat di WPPNRI 714, sedangkan yang terendah pada WPPNRI 717. Nilai korelasi bulanan setiap tahun tertinggi antara SPL dengan IOD terdapat di WPPNRI 717, sementara yang terendah di WPPNRI 717. Nilai korelasi klimatologis bulanan tertinggi terdapat di WPPNRI 572. Sedangkan korelasi terendah terdapat di WPPNRI 717. Nilai korelasi tahunan memiliki nilai korelasi tertinggi pada WPPNRI 713, sedangkan yang terendah terdapat pada WPPNRI 716.
Tidak tersedia versi lain