Text
Variabilitas Enso Terhadap Arus Pusaran Dan Sebaran Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) Di Wilayah Pengelolaan Perikanan 713
Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) RI 713 menurut Kepmen KP No. 1 tahun 2009 meliputi Perairan Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores, dan Laut Bali. WPP-RI 713 merupakan wilayah yang dilalui oleh Arlindo. Arlindo terjadi karena perbedaan tekanan permukaan antara Samudera Pasifik dan Hindia yang nilainya bervariasi dan dipengaruhi oleh ENSO (Gordon et al. 2008). Kriteria ENSO dapat mempengaruhi variasi eddy. Eddy dapat mempengaruhi nilai SPL dan salinitas yang akan mempengaruhi sebaran ikan Cakalang. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa mengenai hubungan variabilitas ENSO dengan pola eddy dan biomassa ikan cakalang pada 2014 — 2016. Metode penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan memvisualisasikan variabilitas ENSO dan biomassa ikan cakalang oleh grafik. Sementara itu, visualisasi pola sebaran arus, SPL, dan salinitas menggunakan ODV. Hubungan antara semua variabel dihitung dengan regresi linear secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan Kriteria ENSO mempengaruhi pola eddy, suhu, dan salinitas. Pada saat E/ Nino tahun 2014 — 2015 terjadi 10 — 12 eddy, SPL rata — rata lebih dingin 29”C, dan salinitas sedikit lebih tinggi 33,3 psu. Pada tahun 2016 merupakan tahun normal dengan jumlah eddy menurun 9 kejadian, SPL rata — rata 30,2”C, dan salinitas 33.3 psu. Sebaran ikan cakalang menunjukkan pola yang signifikan antara fase Nino tahun 2014 — 2015 dengan rata — rata 2,75 — 3,25 g/m? dan tahun normal dengan rata — rata 9,15 g/m?. Korelasi linear antara ENSO dan arus menunjukkan hasil positif tahun 2014 dan 2016, sedangkan tahun 2015 negatif. Korelasi antara ENSO dan biomassa ikan cakalang menunjukkan hasil yang positif tahun 2015 dan 2016, sedangkan 2014 negatif.
Tidak tersedia versi lain