Text
Variabilitas Arus Khatulistiwa Selatan Dan Sebaran Fitoplankton Di Samudera Hindia Bagian Timur
Fokus kajian ini terletak pada perubahan pola AKS terkait dengan massa air yang berada disekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara AKS dengan sebaran fitoplankton di perairan tersebut serta mengetahui dominansi massa air lain yang mempengaruhi AKS. Penelitian dilakukan dengan melihat kondisi horizontal dan vertikal dari data utama (arus dan fitoplankton) dan penunjang (nutrient, suhu, salinitas, angin, klorofil-a) secara time series selama tahun 2014 menggunakan data INDESO. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perairan AKS memiliki tingkat trofik oligotrofik hingga eutrofik (24 ug/L) yang ditemukan pada perairan selatan Bali-NTB. Sementara itu penghitungan Korelasi Pearson antara parameter AKS dengan sebaran fitoplankton menunjukan hubungan lemah dimana bernilai 0.537 untuk hubungan kecepatan arus dan sebaran fitoplankton di kedalaman $ m, 0.59 untuk hubungan suhu dan sebaran fitoplankton di kedalaman 55 m, dan -0.532 untuk hubungan salinitas dengan sebaran fitoplankton di kedalaman 5 m. Diketahui juga bahwa massa air lain yang turut mempengaruhi AKS secara langsung adalah APJ dan ARLINDO. AKS memiliki variasi secara spasial dan temporal di tiap musimnya, yakni berada pada lintang yang lebih ke utara terjadi saat Musim Timur dengan kisaran lintang dan bujur adalah 5”S-15”S dan 90 “E-113 'E, berada pada lintang yang lebih ke selatan saat Musim Peralihan I, dimana berada pada kisaran 8”S-18/S untuk lintang serta 90”E-115'E untuk bujur.
Tidak tersedia versi lain