Text
Efektivitas Bangunan Pelindung Pantai Murah & Ramah Lingkungan di Pantura Jawa.
Kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa telah lama mengalami eksploitasi sumber daya alam (SDA) sebagai dampak dari tingginya aktivitas perekonomian, serta sosial dan budaya. Eksploitasi SDA ini menyebabkan perubahan rona alam yang sangat drastis di mana lahan-lahan hijau dan alami telah banyak yang beralih fungsi menjadi area terbangun, seperti pemukiman, pertanian, industri, energi, pariwisata, dan transportasi. Perubahan yang drastis dan kerap tidak terkendali ini menyebabkan kerusakan pada lingkungan pesisir yang sangat merugikan, seperti abrasi, banjir rob, dan pencemaran lingkungan. Salah satu upaya untuk memperbaiki lingkungan pesisir yang rusak adalah dengan upaya struktural dengan cara membangun struktur pelindung pantai. Struktur pelindung pantai yang murah dan ramah lingkungan saat ini sedang digemari karena dipercaya dapat memberikan dampak positif yang besar dengan metoda yang relatif murah dan mudah dikerjakan. Salah satu jenis struktur ini adalah struktur hybridengineering (struktur HE) yang banyak dibangun di Pantura Jawa pada rentang waktu 2015-2019 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sebagai salah satu upaya untuk merestorasi kawasan pesisir yang mengalami kerusakan, upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan membangun struktur HE di Pantura Jawa patut diapresiasi. Upaya ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk membantu memberdayakan masyarakat pesisir melalui program-program perbaikan
kondisi lingkungan yang melibatkan langsung peran serta masyarakat di dalamnya.
Pasca terbangunnya struktur HE selama lebih dari lima tahun, tulisan ini mencoba untuk melihat kembali aspek-aspek kunci dari struktuk HE dilihat dari tinjauan umum yang lebih fokus pada tujuan utama yaitu hasil akhir dalam merestorasi pantai dan tinjauan-tinjauan khsusus lainnya, seperti aspek hidro-oseanografi, perubahan tataguna lahan, dinamika garis pantai, dan ekosistem mangrove. Kajian-kajian ini juga dilengkapi dengan beberapa hasil observasi lapangan, wawancara dengan warga pesisir di Semarang, Pekalongan, Cirebon, dan Indramayu, serta konsultasi dengan narasumber ahli.
Tidak tersedia versi lain