Text
Kajian Rob, Pasang surut dan tinggi muka tanah pesisir DKI Jakarta guna mitigasi banjir rob di pesisir Jakarta
Rob atau sering disebut banjir Rob masih menjadi permasalahan pelik yang tak kunjung usai bagi warga pesisir DKI Jakarta yang hingga saat me belum teratasi. Pesisir Jakarta utara. tempat dimana industri besar berdiri, pelabuhan niaga utama dan perikanan, pergudangan, akses ekonomi dan transportasi serta konsentrasi pemukiman penduduk menjadi beban berat bagi lingkungan pesisir. Fenomena Rob ada sejak Ibukota negara ini berdiri, Rob juga sebenarnya bukan monopoli pesisir Jakarta saja. Kota Semarang sudah mengenal lama fenomena ini, bahkan istilah Rob pertama kalinya dikutip dari ibukota Jawa Tengah ini “Rob” dalam bahasa lokal dan kata “Rob-Roban" yang berarti “datang berduyun-duyun dan tiba-tiba" sebagai ungkapan akan datangnya luapan air laut dalam jumlah besar dan luas tanpa diduga dan diperkirakan sebelumnya.
Selama lebih dari bga dasawarsa belakangan we intenstas Rob menmgkat sepert juga dwasakan kota-kota Pantura Jawa tamnya seperh Demak. Pekalongan, Tegal hngga Cirebon Bahkan wiayah pessa Pantas Selatan Sumatera seperb kota Pangkal Pmang Bangka dan Riau dan Tanjung Balas Asahan semakin senng terdengar benta banyr Rob menggenang kota-kota Rob yang semula dampaknya hanya terbatas di dekat pesisa bahkan luru sudah menggenang hingga Jl. Gunung Sahari Jakarta stau & Pasar Johar Semarang Menmgkatnya Intensitas dan frekuensi Rob menjadi sering dikartkan dengan su perubahan ikhm dan pemanasan global yang berdampak pada perubahan pola angm dan cuaca serta kenakan tnggi muka laut Impak dan perubahan kim tersebut pertamakak yang merasakan adalah penduduk yang bermukim di miayah pesat
Tidak tersedia versi lain