Text
Jurnal lingkungan dan bencana geologi bln agus 2012
Beberapa tahun setelah kejadian gempa bumi Aceh 2004, telah terjadi peningkatan aktivitas kegempaan khususnya di daerah Sumatra. Peningkatan aktivitas ini menimbulkan keingintahuan yang lebih dalam mengenai tektonik daerah ini. Peningkatan jumlah kejadian kegempaan memungkinkan kita untuk memperoleh informasi lebih lanjut sebagai bahan untuk mempelajari tektonik aktif di Sumatra. Penelitian ini meliputi analisis data gempa bumi besar (M5) di daerah Sumatra bagian utara dengan membandingkan kejadian sebelum dan setelah gempa bumi Aceh. Data gempa bumi menunjukkan adanya pembagian empat daerah kegempaan yang dapat dikaitkan dengan aktivitas pada Cekungan Busur Muka Aceh dan Sesar Simeulue-Nias. Profil sebaran episenter juga menunjukkan kemungkinan kedalaman lajur aktif pada kedua fitur tersebut hingga 40-60 km. Pengelompokan daerah kegempaan dan evaluasi tektoniknya menunjukkan adanya segmentasi tektonik aktif pada Lempeng Mikro Sumatra Bagian Utara.
Tidak tersedia versi lain