Text
Jurnal lingkungan dan bencana geologi Bulan Des 2013
Yogyakarta merupakan daerah rawan gempa bumi. Tanggal 27 Mei 2006 terjadi gempa dengan skala 6,2 Mw yang mengakibatkan banyak berjatuhan korban dan kerugian material. Peristiwa ini juga menimbulkan bahaya sekunder yang lain, yaitu likuifaksi. Penelitian ini menyajikan validasi besaran tekanan angka pori yang dapat memicu likuifaksi dengan analisis 2 Dimensi. Pemodelan disimulasikan menggunakan perangkat lunak Ligit untuk mengetahui profil tanah yang berpotensi likuifaksi dan nilai PGAnya. Nilai PGA diaplikasikan pada program PLAXIS untuk mengetahui perkembangan tekanan air porinya. Hasil simulasi menunjukkan perkembangan tekanan air pori di lokasi penelitian ada yang merata dan terlokalisir. Selain itu pendekaran data SPT akan memberikan efek suatu jenis tanah akan lebih mudah mengalami likuifaksi daripada CPTu. Dengan asumsi lebih mudah mengalami likuifaksi maka sebuah profil yang mengalami likuifaksi akan menghasilkan tekanan air pori yang lebih kecil dibandingkan dengan perhitungan CP Tu pada nilai PGA yang sama. Simulasi dengan data SPT akan menghasilkan perbandingan tekanan air pori terhadap tegangan total tanah sekisar 61Yo, sementara pada data CPTu akan memberikan hasil sekitar 8890. Secara teoritis, semakin besar perbandingan, maka kemungkinan likuifaksi akan semakin besar.
Tidak tersedia versi lain