Text
Prioritas Geografi Keanekaragaman Hayati Laut Untuk pengmbangan kawasan Konservasi Perairan di Indonesia
Buku “Prioritas Geografi Keanekaragaman Hayati Laut untuk Pengembangan Kawasan Komervasi Perairan di Indonesia” merupakan kajian untuk prioritas konservasi laut komprehensi yang pertama sejak diterbitkannya “Indonesia Marine Conservation Data Atlas,” oleh IUCN dan WWF unuk Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam di tahun 1984. Dengan komumen Indonesia terhadap Coral Triangle Initiative and dalam mencapai target kawasan konservasi perairan seluas 20 juta hektar di tahun 2020, kami ditugaskan untuk melaksanakan strategi priorusasi wilayah yang berbasis ilmiah yang komprehensif sebagai arahan upaya tersebut Kegiatan priorusasi dalam dokumen ini dirancang untuk memenuhi keperluan ini.
Kegiatan prioritisasi ini dilaksanakan terutama melalui kuesioner elektronik pendapat pakar yang mengumpulkan sebanyak mungkin data kuantitatif dalam pemeringkatan wilayah di Indonesia bagi investasi konservasi keanekaragaman hayati. Jawaban responden pakar yang menyeluruh didapat dari 2! orang ahli keanekaragaman hayati laut Indonesia yang dikenal secara global, memanfaatkan data yang secara harfiah mencerminkan pekerjaan lapangan di seluruh nusantara selama berabadabad. Dengan menggunakan Ekoregion laut dunia (Marine Ecoregion of the Worid) yang merupakan deliniasi batas standar yang telah dikenal, para pakar tersebut diminta untuk menyediakan dara kuantitatif terkait dengan pola kekayaan jenis dan endemisme sesuai dengan bidang taksonomi yang menjadi keahliannya untuk setiap ekoregion laut Indonesia yang berjumlah 12
Hasil proses dalam dokumen ini mencakup informasi tentang kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia yang sangat luas dan akan penting bagi pemerintah dan pihak lain dalam mengarahkan prioritas upaya konservasi ke depan. Selain menyediakan prioritas geografi secara eksplisit, dokumen ini dapat digunakan tidak sekedar lembar peringkat, karena dokumen ini juga menyediakan informasi rinci terkait dengan ke duabelas ekoregion laut Indonesia dan menyoroti baik celah dalam luasan kawasan konservasi, serta informasi terkait dengan pentingnya masing-masing ekoregion tersebur. Dokumen ini menyediakan pula serangkaian rekomendasi untuk memastikan sistem nasional kawasan konservasi perairan Indonesia tidak hanya melingkup wilayah dengan kekayaan spesies dan endemis tertinggi, tetapi juga mencerminkan keragaman hayati laut yang sangat tinggi di dunia serta ketahanannya terhadap perubahan iklim.
Tentu saja, dokumen ini bukanlah suatu panasea yang dapat memberikan seluruh jawaban bagi proses prioritisasi. Proses prioritisasi dengan parameter lain seperti sosial-ekonomi dan geopolitik akan melengkapi dan lebih jauh membantu keputusan pemerintah dan yang lainnya untuk mengembangkan strategi dan program konservasi sumberdaya laut di masa datang.
Tidak tersedia versi lain