Text
Laut Masa Depan Transformasi Kelautan & Perikanan 2014-2019
Dalam buku ini terekam sisi-sisi kebijakan di sektor kelautan dan perikanan, yang didasarkan pada visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.
Visi Presiden Joko Widodo tersebut saya kawal menjadi tiga pilar yakni kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan, yang selama hampir lima tahun ini saya implementasikan secara konsisten, penuh integritas, dan komitmen.
Kebijakan-kebijakan ini tentu saja berdampak pada sebagian pihak yang Selama ini menikmati kekayaan laut Indonesia secara ilegal
Saya menyadari kebijakan ini penuh risiko dan agak kontroversial. Namun, kebijakan ini tetap saya jalankan karena saya sangat meyakini visi Presiden Joko Widodo bahwa laut adalah masa depan bangsa Sangat benar dan harus diwujudkan. Karena itulah, segala risiko dari kontroversi yang ada saya ambil dan siap hadapi.
Banyak orang menilai saya berani karena mencoba menghentikan kegiatan illegal fishing yang pelakunya dianggap begitu kuat. Namun bagi saya, jabatan ini adalah amanah dan bentuk komitmen diri untuk mengabdi pada bangsa dan negara serta memastikan visi Presiden Joko Widodo dapat terwujud demi kesejahteraan bangsa.
Dukungan Presiden Joko Widodo juga makin meyakinkan saya untuk memerangi illegal, unreported, unregulated (IUU) fishing dan melakukan
transformasi tata kelola sektor kelautan dan perikanan yang utuh.
Namun, beberapa waktu terakhir, lobi para para pelaku illegal fishing (yang selama hampir lima tahun ini tidak bisa berbuat apa-apa) sangat gencar. Mereka mencoba mendiskreditkan semua kebijakan yang sedang berjalan. Lobi para pelaku illegal fishing juga mempengaruhi pandangan kolega dan lingkungan internal pemerintah di mana seolah kebijakan ini tidak ramah investasi dan menghambat industri.
Padahal semua angka-angka menunjukkan kinerja ekonomi sektor perikanan yang luar biasa. Pertumbuhan ekonomi sektor perikanan jauh di atas pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional. Nilai Tukar Nelayan, Nilai Tukar Pembudidaya Ikan, Nilai Tukar Perikanan, ekspor, pajak dan penerimaan negara bukan pajak, semuanya meningkat.
Dari indikator angka-angka, progres
dari industri perikanan, semua sisi tidak terbantahkan kenaikannya. Akhirnya Indonesia pun berhasil memiliki surplus neraca perikanan nomor satu di Asia Tenggara dan tuna Indonesia menjadi satu dari 68 ekor yang dimakan dunia.
Last but not least, pekerjaan rumah masih banyak yang perlu diselesaikan, seperti membangun dan membuka pintu ekspor (gateway) sehingga produk perikanan tidak harus berputar-putar dari satu pelabuhan
ke pelabuhan lain untuk bisa diekspor karena minimnya sarana dan prasarana gateway ekspor terutama transportasi di pulau-pulau terluar
Infrastruktur rantai dingin juga harus terus dibangun mengingat jumlah hasil penangkapan ikan terus meningkat setiap tahunnya. Dan yang paling penting adalah memastikan visi Presiden Joko Widodo bahwa laut masa depan bangsa tetap dijaga oleh anak-anak bangsa dan menjadi warisan bagi generasigenerasi mendatang.
Kelautan dan perikanan Indonesia harus tetap berdaulat, berkelanjutan dan memberikan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.
Tidak tersedia versi lain