Text
Intelijen Di Era Digital
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam, karena berkat rahmat dan ijin Nya lah, penulis dapat merampungkan buku “INTELIJEN DI ERA DIGITAL. Prospek dan Tantangan Membangun Ketahanan Nasional” edisi revisi, untuk pembaca sekalian. Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) terhadap kedaulatan negara selalu berubah. Berkembangnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) semakun membuatnya rumit. Distribusi informasi lebih cepat, dalam jumlah besar dan bersirkulasi lebih luas. Di masa mendatang, bukan negara besar mengalahkan negara kecil, tapi negara cepat mengalahkan negara lambat. Intelijen adalah lini terdepan dalam deteksi dini dan cegah dini dalam menghadapi ATHG. Keutuhan negara dan keselamatan bangsa menjadi taruhannya. Hari ini adalah puncak peradaban umat manusia TIK telah berkembang sedemikian rupa mempengaruhi interaksi antar manusia, perilaku masyarakat, struktur sosial, tatanan bernegara, bahkan hubungan antar bangsa dan antar negara Demikian halnya, sisi gelap umat manusia seperti kejahatan, kriminalitas, konflik dan peperangan telah bertransformasi sedemikian rupa. Transmisi ideologi radikal, misalnya dalam hitungan detik menyebar dari ujung dunia timur, merekrut kader kader bangsa untuk men anggu keutuhan NKRI. Tuntutan nyata bagi dunia intelijen untuk mampu berselancar, berenang, dan menyelam dalam kegelapan cyberspace dalam rangka memperoleh informasi yang valid dan kredibel. Apaapa saja yang mungkin dapat mengganggu kedaulatan negara, memecah keutuhan dan keselamatan bangsa Indonesia harus dideteksi sedini mungkin. Maka, mau tidak mau pengetahuan tentang filosofi cyberspace, bagaimana dunia baru ini bekerja, dan bagaimana ancaman dapat diidentifikasi dengan baik, harus dikuasai oleh komunitas intelijen. Kedua, cara kerja cyberspace dan apa saja teknologi yang berkembang di dalamnya. Penulis berusaha menyajikan berbagai contoh dan respon komunitas intelijen global terhadap perkembangan teknologi itu. Ketiga, bagaimana intelijen merespon perkembangan TIK? Secara sistematis siklus kerja intelijen dari pengumpulan data, analisa, dan penyajian informasi dapat diadaptasikan dengan Cyberspace memiliki ruang yang tidak terbatas dan inovasi tiada henti dari seluruh komunitas digital seantero jagad. Sebagai intelijen, setidaknya mengenal dan mengetahui struktur pembentuk dari cyberspace, teknologi terbaru, dan korelasinya dengan kerja-kerja intelijen. Dalam buku edisi revisi ini, penulis menyajikan empat tema utama dalam sembilan bab. Pertama, korelasi perkembangan teknologi informasi dan ancaman nyata yang ditimbulkannya. Keamanan negara dapat dengan mudah dijebol oleh aktor negara maupun non negara melalui serangkaian serangan digital. Pencurian data, spionase, dan serangan cyber dapat terjadi dengan cepat di dalam struktur negara maupun di tengah masvarakat. teknologi terkini. Dalam pengumpulan data, penggunaan teknologi penyadapan, spionase di dunia digital mungkin dilakukan dalam teknologi Internet of Things. Informasi itu dikumpulkan dalam big data, lalu diolah menggunakan artificial intelligence untuk memperoleh pola dan informasi penting. Hasilnya didistribusikan dalam teknologi enkripsi dengan keamanan digital. Keempat, rekomendasi kepada otoritas bagaimana seharusnya langkah langkah negara dalam membangun strategi Keamanan di dunia digital, termasuk bagaimana komunitas intelijen beradaptasi dengannya. Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai koordinator dari komunitas intelijen negara diharapkan memiliki indikator intelijen digital sebagai karakteristik intelijen di masa yang akan datang. Pada kesempatan ini, penulis haturkan terima kasih kepada Kepala Badan Intelijen Negara, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., PhD. yang telah berkenan memberikan kata sambutan sebagai pengantar buku ini. Kepada Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. AM Hendropriyono, ST., S.H., M.H., Kepala Badan Intelijen Negara 2001-2004, Komjen. Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M.Si., Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri (Oktober 2021 - Februari 2023): Bapak Athor Subroto, S.E., M.M., M.Sc., Ph.D, Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) saya haturkan terima kasih atas torehan endorsement pada buku ini.
Tidak tersedia versi lain