Text
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia vol 39 no 2
Perairan pesisir laut Probolinggo, Jawa Timur merupakan perairan yang direncanakan untuk kepentingan budidaya. Untuk itu perlu dilakukan penelitian kualitas perairan di kawasan budidaya Desa Randutata, Desa Kalibuntu dan Desa Gending yang telah dilakukan pada bulan Maret 2012. Parameter mikrobiologi yang dianalisis adalah kepadatan total bakteri koli, bakteri E.coli, bakteri patogen, bakteri heterotrofik, bakteri halotoleran, bakteri pengurai fosfat, nitrat dan amonia, dan total sel. Analisis total bakteri koli dan E.coli menggunakan metode filtrasi, Identifikasi bakteri patogen menggunakan uji biokimia, Analisis kepadatan bakteri heterotrofik dan halotoleran, pengurai fosfat, nitrat dan amonia menggunakan metode tuang: Analisis total sel menggunakan Acridine Orange Epifluorescence Microscopy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan total bakteri koli sebesar 50-550 koloni/100ml, dan E coli sebesar 0-476 koloni/100mil. Kepadatan rata-rata bakteri heterotrofik di perairan sebesar 7,8x10' upk/ml, dan bakteri halotoleran sebesar 7,5x10” upk/ml: kepadatan rata-rata bakteri heterotrofik di sedimen 7,7x105 upk/ ml, dan bakteri halotoleran sebesar 5,4x108 upk/ml. Kepadatan rata-rata bakteri pengurai fosfat di perairan dan sedimen sebesar (1,86-8,9)x10' upk/ml, dan total sel sebesar (1-336)x10S sel/ml. Walaupun ditemukan bakteri patogen Vibrio sp. dan Salmonella sp yang berbahaya, namun di perairan laut dan tambak didominasi oleh bakteri yang tidak berbahaya yaitu Proteus sp dan 4Aeromonas sp, sedangkan di sedimen didominasi oleh bakteri Citrobacter sp. Kepadatan bakteri beterotrofik dan bakteri pengurai fosfat, nitrat, amonia tinggi baik di perairan maupun di sedimen tambak yang menyebabkan nutrisi lingkungannya memenuhi standar untuk kehidupan biota laut.
Kata kunci: Bakteri, tambak, pesisir, sedimen, Probolinggo.
Tidak tersedia versi lain