Text
Jurnal Segara vol 10 no 1
Kota Pariaman yang terletak di pesisir barat Provinsi Sumatera merupakan daerah yang rentan bencana,
seperti kejadian gempabumi yang terjadi pada 2007 dan 2009 yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian harta benda. Wilayah yang rentan umumnya terletak di wilayah pesisir, oleh karena itu perlu ditentukan wilayah mana saja yang dapat dijadikan sebagai usulan Tempat Evakuasi Sementara (TES). Melalui pendekatan SIG, penelitian ini mengusulkan agar TES didirikan di wilayah permukiman rawan tsunami yang memiliki fasilitas jalan atau aksesibilitas yang baik. Metode Network Analysis digunakan untuk menentukan permukiman-permukiman yang terjangkau oleh TES yang telah ada (existing) dan menentukan permukiman yang belum terjangkau TES manapun. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan jumlah usulan TES adalah 23 unit sedangkan TES yang ada adalah 12 unit. TES yang diusulkan tersebar merata di seluruh Kota Pariaman sehingga dapat mengurangi korban jiwa dan kehilangan harta benda. Usaha evakuasi yang dilakukan pemerintah selain TES juga mengusulkan TEA.Hasil analisis dengan menerapkan metode network analys ini menghasilkan 15 jalur TEA.
Tidak tersedia versi lain