Text
Arah kemandirian pertahanan
Hans. J. Morgenthau menyatakan bahwa salah satu elemen penting kekuatan nasional (national power), adalah kekuatan militer (military power). Kekuatan militer dipengaruhi seberapa besar 5 | kemandirian pertahanan suatu negara, yang di6 x tandai sinergi antara pemerintah, industri pertahanan, dan militer. Sesuai paham merkantilisme, pemerintah mempunyai peran sentral dalam membangun industri pertahanan, karena pemerintah merupakan pembeli tunggal terhadap alat pertahanan (monopsoni). Beberapa negara mencapai kemajuan spektakuler dalam bidang industri pertahanan, antara lain China dengan strategi “Yujun Yumin” (menemukan potensi militer dalam kemampuan sipil), telah mengubah kekuatan militernya hanya dalam waktu 20 tahun, untuk menjadi saingan potensial Amerika Serikat di tahun 2020. Korea Selatan dan beberapa negara lain juga menerapkan “dual use technology” dan membentuk lembaga baru dalam rangka sinergi kemandirian pertahanan. Kemandirian bukan berarti swasembada (keyakinan dapat memenuhi semua kebutuhan tanpa bantuan atau kemitraan eksternal). Arah kemandirian pertahanan Indonesia. Buku ini membahas beberapa isu strategis seperti: (1) Postur BUMN Inhan dan hubungannya dengan BUMS, (2) penguasaan industri bahan baku, (3) pemanfaatan teknologi sipil-militer (dual-use technology), (4) penguatan organisasi akuisisi dan integrasi, (3) penguatan tiga pilar “iron triangle” (militer, pemerintah, dan industri pertahanan), (4) perencanaan strategis (roadmap), serta konsistensi kebijakan dan commonality. Kemandirian pertahanan bersifat mandatory dalam upaya membangun kekuatan pertahanan yang unggul. Tidak ada satu negara yang memiliki kekuatan militer tangguh, yang tidak mempunyai kemandirian pertahanan..
Tidak tersedia versi lain